MGR. SIPRIANUS HORMAT – USKUP BARU RUTENG

Hari Rabu, 13 November 2019, tepat tengah hari waktu Vatikan, Paus Fransiskus mengumumkan pengangkatan Rama Siprianus Hormat, imam diosesan dari Keuskupan Ruteng, menjadi Uskup Dioses Ruteng, Flores, NTT. Pengumuman yang sama disampaikan kepada umat di Katedral Ruteng sekira pukul 19.00 WITA. Juga di Katedral Jakarta pukul 18.00 WIB bertepatan Misa Penutupan Sidang KWI 2019.

Siprianus Hormat dilahirkan di Manggarai, Flores, NTT, 16 Juli 1965 dari pasangan Bapak Mikael Mahar (†) dan Mama Yuliana Nahus (†), merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara, satu perempuan dan enam laki-laki. Ia dibesarkan dalam keluarga Katolik yang sederhana, namun menekankan disiplin ketat dalam hidup keluarga. Pola asuh seperti ini amat membantunya ketika melanjutkan pendidikan di seminari, yang dimasukinya selepas pendidikan dasar di kampung halamannya.

Pendidikan dasar dijalaninya di SD Katolik Ri’i Manggarai, kemudian melanjutkan pendidikan menengahnya di Seminari St. Pius XII, Kisol, Manggarai Timur (SMP 1980-1983 dan SMA 1983-1986). Keinginannya menjadi imam menuntunnya untuk menjalani Tahun Orientasi Rohani (TOR) selama setahun di Ritapiret (1986-1987), dilanjutkan kuliah di STFK Ledalero, Maumere (1987-1991), menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di almamaternya, Seminari St. Pius XII,  Kisol (1991-1993). Pendidikan akhir sebelum tahbisan dijalaninya di STFK Ledalero pada 1993-1995. Pada April 1995, Mgr. Antonius Pain Ratu SVD, menahbiskannya menjadi diakon di Kapela Seminari Tinggi St. Petrus, Ritapiret.

Menjadi Imam, Berkarya dan Melanjutkan Studi

Tahbisan presbiterat diterimanya dari tangan Mgr. Eduardus Sangsun, Uskup Dioses Ruteng, 8 Oktober 1995, di Gereja Katedral Ruteng. Tugas pastoral pertama sebagai imam dilaksanakannya sebagai pastor rekan di Paroki St. Vitalis, Cewonikit, Ruteng. Tampaknya, “takdir” membawanya menjauh dari lingkungan umat paroki. Cukup setahun (1995-1996) di paroki karena kemudian Tuhan membawanya kembali ke lingkungan pendidikan calon imam, menjadi Socius Tahun Orientasi Rohani (TOR) Ritapiret di Lela (1996-1997).

Studi lanjut dalam bidang Teologi Moral dijalaninya di Accademia Alfonsianum, Roma, Italia (1999-2001) dan Diploma Interdiscipline Studies di Universitas Gregoriana (2001-2002). Sebelum berangkat, pada tahun 1998 ia menetap di Paroki St. Paskalis, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, untuk kursus bahasa Italia sambil merangkap menjadi pastor rekan di Paskalis.

Sekembalinya dari studi lanjut, berturut-turut ia mengampu perutusan sebagai formator di Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret, Maumere (2003-2012), sekaligus menjadi dosen Teologi Moral di STFK Ledalero, Maumere (2001-2012), serta merangkap Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan di sana (2005-2012).

Dari Flores ke Jakarta Mematangkan Diri

Hidup memang kadang penuh misteri. Rencana manusia seringkali berbeda dengan rencana Allah, yang pada awalnya bagaikan teka-teki yang belum bisa ditebak jawabannya. Siprianus Hormat harus terbang jauh ke Ibukota, Jakarta, untuk menjalani perutusan baru: ambil bagian dalam karya para Uskup Indonesia, sebagai Sekretaris Komisi Seminari KWI (2013-2016), kemudian menjadi Sekretaris Eksekutif KWI (2016-2019).

Saat bertugas sebagai Sekretaris Eksekutif KWI banyak hal dikerjakannya bersama rekan-rekan imam, suster dan karyawan bagi perkembangan pelayanan kantor KWI. Salah satu tugas berat yang diembannya sebagai Sekretaris Eksekutif adalah menyiapkan dan melaksanakan kunjungan Ad Limina Apostolorum para Uskup Indonesia ke Vatikan, berlangsung pada 8 – 16 Juni 2019, yang diikuti oleh 35 uskup aktif dan 1 uskup emeritus.

Hari ini, Rabu 13 November 2019, tugas baru yang lebih berat dan penuh tantangan dan harapan, dipercayakan Gereja kepadanya. Ia diangkat menjadi Uskup Dioses Ruteng, yang sejak beberapa waktu digembalakan oleh Administrator Apostolik Silvester San, setelah Uskup terdahulu, Mgr. Hubertus Leteng mengundurkan diri.

Harapan Uskup Baru Terhadap Gereja Ruteng

Saat sharing berdua bersamanya, saya sempat bertanya “apa harapannya terhadap Keuskupan Ruteng?”  Jawabnya diplomatis, “spirit KASIH harus menjadi jiwa dari semua reksa pastoral dari waktu ke waktu di seluruh wilayah keuskupan. Mengapa? Karena dalam kasih, segala keberagaman pasti bisa dijembatani, walau selalu berbarengan dengan pengorbanan. Hati yang sarat akan kasih selalu memikirkan yang terbaik untuk kepentingan yang lebih besar.

Bagaimana dengan para imam di sana? Para Imam harus menjadi pilar utama yang memberi kesaksian tentang  KASIH itu dalam hidup menggereja setiap hari. Semoga harapan-harapan seperti ini kelak terbumikan dengan nyata di Gereja Keuskupan Ruteng di bawah penggembalaan uskup barunya.

Padre Siprianus Hormat, selamat menggembalakan Umat Allah di Keuskupan Ruteng. Rekan-rekan kerjamu di Kantor KWI Jakarta akan menyertai pergumulan hidupmu sebagai uskup dengan doa-doa kami.

Jakarta, 13 November 2019

Agustinus Surianto Himawan

Satu respons untuk “Rm. Siprianus Hormat Diangkat Menjadi Uskup Ruteng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s