Perawan Maria Terberkati – Bunda Gereja

Paus Fransiskus menetapkan sebuah perayaan baru dalam kalender liturgi Gereja Katolik untuk menghormati Bunda Maria sebagai Bunda Gereja.

Perayaan yang dinamai “Peringatan Perawan Maria Terberkati sebagai Bunda Gereja” itu untuk pertama kali dilakukan pada Senin, 21 Mei 2018. Selanjutnya akan berulang-ulang dirayakan pada waktu yang sama, yaitu hari Senin setelah hari Minggu Pentakosta.

Perayaan ini sebenarnya sudah dilaksanakan sejak zaman dulu di kalangan tertentu, namun secara internasional baru dimulai tahun ini atas prakarsa Paus Fransiskus yang ingin menumbuhkan rasa keibuan Gereja dalam diri para pastor, biarawan-biarawati, dan umat beriman semuanya, melalui keteladanan Bunda Maria.

20180521_012138

Ikon yang menggambarkan Santa Perawan Maria sebagai Bunda Gereja

Gelar “Bunda Gereja”, “Mater Ecclesiae”, “Mother of the Church” itu sendiri disematkan kepada Perawan Maria Terberkati oleh Beato Paus Paulus VI saat berlangsungnya Konsili Vatikan II (1962 – 1965).

Santa Maria Bunda Gereja

Santa Maria, Perawan yang terberkati, dihormati oleh Gereja sebagai bunda yang melahirkan Yesus Kristus, Kepala dari Tubuh Mistik-Nya, yaitu Gereja. Katekismus Gereja Katolik (No. 963 – 971) menguraikan tentang hal ini:

Perawan Maria diakui dan dihormati.. karena dengan cinta kasihnya ia menyumbangkan kerja samanya agar dalam Gereja lahirlah kaum beriman, yang menjadi anggota dari Tubuh Mistik Kristus. Tugas Maria terhadap Gereja tidak bisa dipisahkan dari persatuannya dengan Kristus.. yang terungkap sejak saat Kristus dikandung oleh Santa Perawan Maria hingga wafat-Nya.. terutama tampak saat sengsara-Nya. Kristus sendiri yang menyerahkan para murid kepada Bunda Maria, “Ibu, inilah anakmu” (Yoh 19:26-27). Setelah peristiwa kematian dan kebangkitan Kristus, Bunda Maria ada bersama para Rasul berdoa memohon karunia Roh Kudus.

Perawan Maria adalah contoh teladan orang beriman yang sejak awal ikut ambil bagian, terlibat secara istimewa dan langsung dalam karya penyelamatan Allah, mulai dari kesediaannya menerima kabar sukacita, mendampingi Putranya dalam suka dan duka, bahkan mendampingi Gereja -Tubuh Mistik Puteranya- tiada henti sebagai pengantara kita untuk memperoleh karunia-karunia bagi keselamatan kekal, melalui Bunda Maria. Peran keibuan Maria terhadap umat manusia tidak menyuramkan atau mengurangi pengantaraan Kristus.. melainkan menunjukkan kekuatannya karena segala pengaruh Santa Perawan Maria yang menyalamatkan manusia berasal dari kelimpahan pahala Kristus.

Mater Ecclesiæ.jpg

Mosaik Bunda Maria Mater Ecclesiæ terpajang di atas gedung biara yang mengarah ke Lapangan Santo Petrus di Vatican City.

Dekrit tentang penetapan ini ditandatangani pada 11 Februari 2018 saat Gereja memperingati 160 Tahun Penampakan di Lourdes, namun baru dipublikasikan pada 4 Maret 2018 oleh Kardinal Robert Sarah, Prefek Kongregasi untuk Ibadat Ilahi dan Disiplin Sakramen (Congregation for Divine Worship and the Discipline of the Sacraments).

Santa Maria, Bunda Gereja, doakanlah kami..

Jakarta, 21 Mei 2018
Agustinus Surianto H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s