RAPIM SEKSAMA

Rapim SEKSAMA @Dominican House 2011, mungkinkah menjadi angin segar baru bagi OBOR, Kanisius, Nusa Indah, HIDUP, Dioma, CTC Binatama, dan Bina Media, serta menjadi pintu masuk bagi penerbit-penerbit buku rohani lainnya? Kembali kepada semangat aslinya, namun tetap tetap berada di zamannya.

Oleh: Agustinus Surianto Himawan

Hari ini, 28 Okt 2017, akun facebook saya menampilkan ulang status yg dipublikasikan 6 tahun lalu itu, saat orang-orang penuh semangat, Mbak Margaretha Sulistyorini, Mas Antara, Mas Aloysius Suwarna dg dukungan penuh sang komandan, Rama Azis Murdopo SJ, menggagas kebangkitan kembali SEKSAMA. Rapim digelar di Wisma Dominikan, Maguwoharjo, Yogyakarta, 28-30 Oktober 2011, setelah dialog intens melalui email antar lembaga selama sekian bulan sebelumnya.

Wisma Dominikan di Maguwoharjo, Yogyakarta, menjadi saksi usaha mulia ini. Mengapa? Karena karya penerbitan buku (rohani) itu tujuannya mulia: mencerdaskan dan memuliakan manusia. Sharing dari dua senior, Bapak Y.B. Priyanahadi dan Rm. Prof. Dr. John Tondowidjojo CM, menginspirasi semua pimpinan dan peserta Rapim untuk membangkitkan lagi kebersamaan demi memikirkan kontekstualisasi karya seiring zaman tanpa mengabaikan idealisme awal berdirinya SEKSAMA, 28 Nov 1988.

20171028_160344.png

Rapim tidak perlu lagi berbicara tentang Quo Vadis SEKSAMA karena semua sudah jelas bahwa ketujuh penerbitan milik lembaga gereja ini mengemban misi dalam bidang pewartaan, bukan yang lain, namun harus dikelola secara profesional, berkesinambungan, berlandaskan nilai-nilai kekatolikan, serta memanfaatkan prinsip-prinsip manajemen yg baik & benar.

Ketujuh pimpinan dari 7 penerbit milik lembaga gereja, yaitu Kanisius (SJ), Nusa Indah (SVD), OBOR (KWI), HIDUP (KAJ), CTC Bina Tama (CM), Dioma (Keuskupan Malang) & Bina Media (OFM.Cap) bersepakat menghidupkan kembali sekretariat bersama agar dapat menampung & menyelesaikan berbagai persoalan yg muncul di lapangan, baik yang terkait dengan produksi, trend penerbitan, pemasaran, pameran bersama, dan lain-lain.

20171028_160508.png

Beberapa orang dari pimpinan yang hadir waktu itu, kini sudah berganti orang baru, bahkan ada yang sudah meninggal dunia. (RIP – Rama Bonifasius Saragih OFM.Cap yang senang memotret mesin-mesin saat melakukan kunjungan bersama ke Percetakan Kanisius dalam Rapim 2011)

20171028_160416

Memang sih, “silih berganti”, “pasang-surut”, dan “jatuh-bangun” selalu menjadi dinamika yang mewarnai keberadaan, sekaligus menjadi ciri karya lembaga-lembaga milik gereja dalam rentang waktu yang panjang. Awet, dan tahan zaman. Susah berkembang pesat tapi juga tahan lama. Di tengah-tengah perkembangan pesat dunia perbukuan, ia hadir biasa-biasa saja. Sebaliknya, saat penerbit-penerbit lain sibuk PHK & bubaran alias gulung tikar, ia tenang-tenang saja juga. Bahkan saking penasarannya dengan ciri khas itu, sesepuh Floribertus Rahardi, wartawan dan sastrawan senior, sampai menelaahnya lalu menerbitkan buku khusus, Menguak Rahasia Bisnis Gereja pada 2007.

20171028_160440

Mampukah Rapim Tahunan yg rutin dilakukan sejak 2011 itu membawa manfaat bagi semua penerbit di tengah-tengah kepungan revolusi dan kebangkitan teknologi informasi yang begitu cepat? Menyesuaikan diri dengan zaman, bermetamorfosis, dan kehadirannya tetap menjadi kerinduan banyak umat manusia yang butuh pencerahan. Menumbuhkan semangat aggiornamento di dalam penerbitannya masing-masing.

Kehadiran para pimpinan dalam Rapim menjadi ajang sharing saling menguatkan dan mengatur strategi bersama bagi karyanya masing-masing. Ini jauh lebih bijaksana daripada sekedar membubarkan karya monumental para perintis yang telah mewujudkan mimpi-mimpinya dulu saat mendirikan lembaga-lembaga ini. Juga jauh lebih bijaksana daripada sekedar mem-PHK massal karyawan karena ketakutan bangkrut, sebelum berdialog dengan teman-teman dalam karya bersama di SEKSAMA, yang bersama-sama ingin mewujudkan amanat Konsili Vatikan II yang tertuang dalam Inter Mirifica.

Bravo SEKSAMA…!

2 respons untuk ‘Rapim Seksama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s