Siang ini, kembali terngiang ujaran Sang Bijak, “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan buah berlimpah-limpah”.

Dalam situasi karut-marut kehidupan sosial, kemasyarakatan, dan politik saat ini akibat pembiaran tumbuhnya kelompok-kelompok radikal intoleran pada satu dasawarsa terakhir, maka tampaknya keputusan terbaik adalah menyiapkan “tumbal” dulu.

Harus kita sadari bersama-sama bahwa kelompok-kelompok tersebut kini sudah menjadi “kuda tunggangan” bagi para politisi busuk, pengusaha hitam, dan koruptor, yang sudah kebelet melepaskan hajat, meraih mimpi-mimpinya dengan cara apapun.

Dalam keheningan setelah kegaduhan yang meletihkan menyergap negeri, bagai kolam ikan, biarkan airnya bening kembali, tak keruh lagi. Lamat-lamat bisikkan doa bagi negeri, agar keadilan, suatu ketika, bergulung-gulung bagai ombak pantai. Yakinlah, pemerintah dan aparat hukum bisa memilah mana-mana ikan predator, lalu memisahkannya dari ikan-ikan lain di kolam bernama NKRI.

Menebar asa agar Presiden Jokowi dan pemerintahannya semakin stabil; para pendekar hukum menegakkan keadilan seadil-adilnya karena Tuhanlah yang diwakilinya; para abdi negara, pamong praja kembali pada khitahnya; Punggawa negeri menyemai damai, mewujudkan ketenteraman, merawat kebhinnekaan.

Kulitku kuning, putih, coklat, hitam, bukanlah pilihan; rambutku keriting, ikal, atau lurus, itu sekadar tampak permukaan; lahirku di Sumatera, di Jawa, di Maluku, atau di Papua, juga hanya karena takdir Tuhan.

Menjadi orang pandai lagi jujur, itu pilihan; sama halnya berbuat baik, bersikap bijak, itu ekspresi jiwa yang diwujudkan. Artinya juga sebuah pilihan.

Negara ini baru akan maju ketika orang-orang baik, orang-orang jujur, serta orang-orang cerdik-pandai nan bijaksana, bersama-sama memberikan sumbangsihnya bagi terciptanya keadilan sosial bagi seluruh masyarakat bangsa, yang berlandaskan Pancasila dalam bingkai NKRI.

Jayalah Indonesiaku tercinta…

 

Foto: Festival Sentani Keelokan Danau dengan Pesta Adatnya, Liputan6, 10 Maret 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s