100 Tahun Penampakan di Fatima

 

Tahun 2017 adalah perayaan agung seabad Penampakan Bunda Maria di Fatima, sebuah kota kecil di utara Lisbon, Portugal.  Pada 13 Mei 1917 Bunda Maria menampakkan diri dan memperkenalkan dirinya di Cova da Iria, Fatima, Portugal, kepada tiga bocah gembala: Francisco Marto, Jacinta Marto, dan Lucia dos Santos. Peristiwa yang sama terjadi berulang-ulang selama 6 bulan, tiap tanggal 13, yang puncaknya terjadi pada 13 Oktober, disaksikan oleh kira-kira 70.000 orang yang datang dari berbagai tempat di Portugal. Sebenarnya penampakan Bunda Maria sepanjang 1917 itu telah didahului oleh 3 kali penampakan Malaikat pada 1916 untuk menyiapkan ketiga bocah ini.

Setelah sekian lama penampakan di Fatima berlangsung, setelah pesan-pesan lisan diwartakan dari mulut ke mulut, pada akhirnya Suster Lucia, salah satu dari tiga bocah yang masih hidup, menyampaikan pesan-pesan itu secara tertulis kepada Gereja. Fancisco dan Jacinta telah meninggal dunia saat masih kanak-kanak.

Bagian pertama dan kedua dari “Rahasia Fatima” dibuat dalam kesaksian tertulis oleh Suster Lucia kepada Uskup Leiria, Fatima, tertanggal 31 Agustus 1941. Garis besar isinya tentang kedosaan & neraka, tentang devosi kepada Hati Maria Tak Bernoda, tentang Perang Dunia Kedua, serta tentang Rusia & Komunisme. Bagian ketiga ditulis Suster Lucia pada 3 Januari 1944 atas perintah Uskup Leiria, lalu diserahkan kepada Paus Yohanes XXIII pada tahun 1959 namun tidak untuk dipublikasikan. Publikasi pesan ketiga dilakukan atas kehendak Paus Yohanes Paulus II pada 13 Mei 2000, bertepatan dengan beatifikasi Francisco dan Jacinta.

Berdoa di depan makam St. Jacinta Marto

Pesan ketiga memberi gambaran tentang peristiwa yang dialami seorang uskup berpakaian putih (Paus) berhasil melewati segala kesulitan besar berkat campur tangan perlindungan Bunda Maria. Apakah ini nubuat tentang peristiwa penembakan yang dialami Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1981? Namun secara keseluruhan, Pesan Bunda Maria di Fatima memperlihatkan “perang” antara atheism dan komunisme melawan Gereja dan umat Kristiani. Melalui doa dan pertobatan, keselamatan kita dan keselamatan jiwa-jiwa akan terwujud. Hati yang terebuka terhadap Tuhan adalah senjata terampuh untuk mengalahkannya, sebagaimana disabdakan Sang Putra sendiri, “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia”. (Yoh 16:33).

IMG-20170625-WA0070.jpg

Menyusuri 14 stasi jalan salib di The Hungarian Calvary, yang dibangun pertama kali pada tahun 1959, sebagai persembahan umat Katolik di Hungaria.

Tradisi gereja mewariskan kepada kita sampai masa kini, sebuah doa yang dikenal sebagai Doa Fatima, doa sederhana yang tidak menjadi doa resmi Gereja Katolik Roma, namun sering disisipkan dalam doa Rosario:

Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa kami. Selamatkanlah kami dari api neraka dan antarlah jiwa-jiwa ke dalam surga, terutama mereka yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu.

Semoga perayaan 100 Tahun Penampakan di Fatima ini membawa banyak pertobatan bagi umat manusia. Semoga para peziarah yang sempat datang merayakannya langsung di Fatima juga mampu mewartakan pertobatan melalui sikap hidupnya sendiri, agar semakin banyak orang mengenal Allah.

Agustinus Surianto Himawan

2 respons untuk ‘Seratus Tahun Penampakan di Fatima

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s