Foto ini mewartakan apa? Suasana gembira dan sedih bercampur menjadi satu. Ya, tepat, ini saat para imam berkumpul bersama Mgr. Julianus Sunarka SJ menjelang berangkat menuju Girisonta, Ungaran, Jawa Tengah. Ada kesan amat mendalam. Kembali teringat peristiwa beberapa tahun yang lalu, saat “berguru” pada Rama Kardinal Julius Darmaatmadja SJ dalam rangka menyusun biografi beliau bersama beberapa teman.

Saya bekerja sama dengan Mgr, Narko selama lebih dari 8 tahun, sejak saya didhapuk menjadi Direktur OBOR (2 Februari 2007) sampai beliau berhenti sebagai Wakil Ketua Pengurus Perkumpulan Rohani OBOR (Maret 2015). Bahkan, konon, beliau juga yang “berburu” mencari calon direktur ke mana-mana pada waktu itu. Lalu “meminjam” saya dari pemiliknya, Mgr. Michael Angkur OFM, untuk dibenum di Jakarta beberapa tahun.

“Merpati Tak Pernah Ingkar Janji”. Setelah mengelana sehari penuh ia pasti akan kembali ke sangkarnya.

Begitu juga konon para Yesuit. Mereka mengawali hidup dan penghayatan spiritualitasnya di Girisonta, menempa dan mengolah batinnya sedemikian rupa di sini agar kelak bisa menghidupi raganya. Setelah itu ia akan mengelana sepanjang hari-hari hidupnya sampai ke ujung-ujung bumi sesuai perutusan yang diterimanya. Pada akhirnya, Girisonta juga yang akan menjadi pelabuhan hari tuanya, tempat di mana ia akan kembali bertapa sebagai seorang resi yang matang akan makna hidup.

Ketika foto ini saya kirim ke teman-teman, ada yang mengomentari, “Simbah terlihat semakin sehat yah, Mo”. Saya jawab, “Ketika orang bisa berpasrah kepada Sang Pemilik Kehidupan, ia akan lepas bebas dari jeratan ragawi yang fana dan terkungkung dalam dimensi ruang dan waktu”. Meminjam kalimat Rama Kardinal Julius Darmaatmadja SJ, “kini ia bukan lagi ulat yang merayap di dahan pohon yang dengan gigi-gigi tajamnya menghabiskan dedaunan sesukanya, namun telah menjadi kupu-kupu yang bisa terbang tinggi membawa raganya ke mana pun dalam hidupnya yang paripurna”.

Rasanya, ingin belajar dari beliau berdua dalam hal kesetiaan dan ketaatan, meskipun tentu tidak mudah.

 

Foto: Rm Budhi Prayitno, imam senior Keuskupan Purwokerto. Judul tulisan meminjam judul novelnya Mbak Mira W.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s