PARA KARDINAL BARU

Hari Minggu, 25 Oktober 2020 kemarin, Paus Fransiskus mengumumkan pengangkatan 13 kardinal baru untuk konsistori 28 November 2020 nanti. Dari ke-13 orang terpilih itu, 9 orang termasuk kardinal elektoral, sedangkan 4 sisanya kardinal non-elektoral. Kardinal Elektoral adalah kardinal yang dapat mengikuti konklaf pemilihan paus, mempunyai hak pilih dan dipilih sebagai paus berikutnya.

Siapa saja orang-orang pilihan yang masuk dalam bilangan para pangeran Gereja Katolik tersebut? Inilah nama-nama para pilihan Paus Fransiskus kali ini:

  1. Kardinal Mario Grech, 63.7 tahun (Sekjen Sinode Para Uskup)
  2. Kardinal Marcello Semeraro, 72.9 tahun (Prefek Kongregasi Penggelaran Para Kudus)
  3. Kardinal Kambanda, 62.0 tahun (Uskup Agung Kigali, Rwanda)
  4. Kardinal Wilton Daniel Gregory, 72.9 tahun (Uskup Agung Washington DC)
  5. Kardinal Jose Fuerte Advincula, 68.6 tahun (Uskup Agung Capiz, Filipina)
  6. Kardinal Celestino Aos Braco, OFM.Cap., 75.6 tahun (Uskup Agung Santiago de Chile)
  7. Kardinal Cornelius Sim, 69.1 tahun (Vikarius Apostolik Brunei Darussalam)
  8. Kardinal Augusto Paolo Lojudice, 56.4 tahun (Uskup Agung Siena-Colle di Val d’Elsa-Montalcino, Italia)
  9. Kardinal Mauro Gambetti, OFM.Conv., 55.0 tahun (Imam Ordo OFM Conventual)
  10. Kardinal Arizmendi Esquivel, 80.5 tahun (Uskup Emeritus Chiapas, Mexico)
  11. Kardinal Silvano Maria Tomasi, C.S., 80.1 tahun (Nuncio Apostolic Emeritus)
  12. Raniero Cantalamessa, OFM.Cap., 86.3 tahun (Imam Pengkotbah di Rumah Tangga Kepausan)
  13. Enrico Feroci, 80.2 tahun (Imam Keuskupan Roma)
Kardinal Marcello Semeraro, Prefek Penggelaran Para Kudus, menggantikan pejabat lama, Kardinal Giovanni Angelo Becciu, yang mengundurkan diri pada September 2020 (Foto: Vatican News)

Non-Italia Mendominasi

Lebih dari separuh kardinal baru tersebut berasal dari non-italia, yaitu Malta, Rwanda, USA, Filipina, Chile, Brunei Darussalam, dan Mexico. Dua dari tujuh kardinal non-italia itu berasal dari Asia, yaitu Kardinal Jose F. Advincula (Filipina) dan Kardinal Cornelius Sim (Brunei Darussalam).

Ada beberapa hal menarik lainnya untuk ditelaah, kalau kita mau berbicara tentang prediksi arah penggembalaan Gereja Katolik Semesta ke depannya (namun tulisan ini tidak akan masuk ke dalam ranah tersebut), antara lain:

  1. Ada 3 imam yang diangkat menjadi kardinal, dua orang telah sepuh usianya, namun yang satu lagi, Rama Mauro Gambetti OFM.Conv. merupakan yang termuda. Berasal dari Assisi, tempat bersejarah Santo Fransiskus Assisi.
  2. Ada semakin banyak kardinal berasal dari luar Italia, terutama dari basis-basis baru pertumbuhan Gereja Katolik. Dipilihnya Kardinal Sim dari Vikariat Apostolik Brunei Darussalam tentu ada pertimbangan khusus mengingat status iuridis gereja lokal ini belum ditingkatkan menjadi sebuah keuskupan.
  3. Ada Kardinal Wilton Daniel Gregory, Uskup Agung Washington DC, Amerika Serikat, seorang rohaniwan keturunan afrika-amerika yang amat berpengalaman dalam kepemimpinan pastoral gereja lokal. Ia diangkat menjadi Uskup Auxilier Chicago pada usia 37 tahun. Sepuluh tahun kemudian pada Des 1993 ia diangkat menjadi Uskup Belleville, Illinois. Sebelas tahun setelahnya ia menjadi Uskup Agung Atlanta, Georgia. Empat belas tahun kemudian, 4 April 2019, ia menjadi Uskup Agung Washington DC merangkap Administrator Apostolik Keuskupan St. Thomas, American Virgin Islands per 18 September 2020, dua bulan sebelum ia diumumkan sebagai kardinal.
Kardinal Cornelius Sim, Vikaris Apostolik Brunei Darussalam (Foto: Wikipedia)

Tiga Gelar Kardinal

Pada Konsistori November 2020 nanti ada lima Kardinal bergelar KARDINAL DIAKON, yaitu para kardinal yang ambil bagian langsung dalam urusan Kuria Vatikan. Kelima Kardinal Diakon dalam konsistori kali ini adalah Kardinal Mario Grech (Sekjen Sinode Para Uskup), Kardinal Semeraro (Prefek Kongregasi Penggelaran Para Kudus), Kardinal Tomasi (Diplomat Vatikan), Kardinal Cantalamessa (Pengkotbah Kepausan), dan Kardinal Feroci (imam Keuskupan Roma)

Sisanya semua bergelar KARDINAL IMAM, yaitu gelar bagi para kardinal “yang bertugas” di luar Keuskupan Roma. Maksudnya, ia mendapat gelar kekardinalannya karena diberi kehormatan (iurisdiksi titular) atas suatu tahta gereja di luar Roma. Sebagai contoh, misalnya, Kardinal Ignatius Suharyo mendapat gelar Kardinal Imam dari Spirito Santo alla Ferratella. Kardinal Suharyo adalah Uskup Agung Jakarta, namun dalam peranannya sebagai “Pangeran Gereja” dalam Kolegium Para Kardinal, ia diberi iurisdiksi atas tahta sebuah gereja titular bernama Spirito Santo alla Ferratella.

Apakah kelak dari para kardinal tersebut ada yang mendapat kepercayaan bergelar KARDINAL USKUP, hanya waktu yang bisa menjawabnya karena gelar Kardinal Uskup amat langka, yaitu mereka yang mendapat iurisdiksi atas enam tahta keuskupan di sekitaran Roma, plus para Patriakh Gereja Katolik Timur. Enam tahta tersebut antara lain Ostia & Velletri, Porto & Santa Rufina, Albano, Palestrina, Sabina, dan Frascati (ada beberapa versi komposisi tentang ini).

Pada konsistori Juni 2018 ada perubahan dengan penambahan 4 kardinal dari tahta gereja titular lainnya yang bersifat sementara, yang disebabkan oleh berkembang dan bertambahnya kebutuhan tahta titular Kardinal Uskup. Saat ini ada 14 kardinal bergelar Kardinal Uskup berdasarkan data per 25 Oktober 2020. Tiga diantaranya merupakan para Patriakh Gereja Katolik Timur. Sebelas Kardinal Uskup lainnya terdiri dari  5 orang telah berusia di atas 80 tahun (non-elektoral) dan 6 orang kardinal elektoral.

Salah seorang dari Kardinal Uskup adalah Luis Antonio Gokim Tagle, Uskup Agung Manila, Filipina, berusia 63.4 tahun. Saat dipilih menjadi Kardinal dalam Konsistori November 2012 ia bergelar Kardinal Imam dari San Felice da Cantalice a Centocelle. Pada 1 Mei 2020 ia diangkat sebagai Presiden Kongregasi Penginjilan Bangsa-Bangsa (menggantikan Kardinal Filoni), sebuah Lembaga amat penting dalam Kuria Roma, sehingga kepadanya diberi gelar Kardinal Uskup. Namun tahta iurisdiksi bagi kardinal uskup kebetulan saat ini tak ada yang lowong untuk diisinya, sehingga kepadanya Vatikan memberi gelar dengan meningkatkan status titular gereja San Felice da Cantalice a Centocelle.

Mari kita nantikan saat para orang pilihan ini dilantik sebagai Kardinal Gereja Katolik dalam Konsistori 25 November 2020.

Jakarta, 26 Oktober 2020

Agustinus Surianto Himawan

4 respons untuk ‘Para Kardinal Baru 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s